3 Masalah Umum Karyawan dan Cara Menanganinya

masalah karyawan

Karyawan merupakan aset berharga bagi setiap perusahaan. Jika diibaratkan dengan sebuah bangunan, karyawan adalah pilar yang menopang berdirinya sebuah perusahaan. HRD selaku pihak yang berwenang dalam mengelola manajemen karyawan perlu kiranya untuk menciptakan ikatan kuat antara karyawan dengan perusahaan. Ikatan ini penting untuk mengetahui hal-hal yang dapat membuat karyawan merasa bahagia, karena masalah yang dialami karyawan akan mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan.

Sebagai HRD mungkin anda tidak bisa secara langsung menyelesaikan setiap permasalahan yang dialami karyawan, namun anda merupakan pihak yang tepat untuk membantu karyawan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan. HRD menempati posisi netral antara karyawan dan manager perusahaan, sehingga harus memiliki kemampuan untuk menjalin komunikasi dua arah antara kedua pihak tersebut. HRD harus mampu mendengarkan berbagai keluhan karyawan terkait pekerjaan. HRD juga dituntut mampu melakukan kerjasama dengan manager untuk mengatasi permasalahan karyawan. Walaupun mungkin karyawan tidak selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan, namun upaya yang dilakukan HRD dan manager untuk menyelesaikan permasalahan akan sangat dihargai oleh karyawan.

HRD profesional perlu memahami permasalahan-permasalahan umum yang biasa dialami oleh karyawan. Berikut tiga masalah yang dihadapi karyawan dan cara menanganinya.

1. Otomatisasi

Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang industri banyak perusahaan yang kemudian beralih pada mesin yang telah terotomatisasi untuk mempercepat proses bisnis. Sebagian besar karyawan memiliki kekhawatiran kelak tenaga mereka akan tergantikan sehingga mereka akan kehilangan pekerjaan. Banyak perusahaan yang menyepelekan permasalah ini. HRD perlu menciptakan keseimbangan antara manfaat menggunakan otomatisasi dan penanganan terhadap kecemasan karyawan. HRD diharapkan mampu memberikan pengertian pentingnya otomatisasi bagi perusahaan dan bagaimana hal itu mempengaruhi peran mereka. Selain itu HRD juga harus bisa membujuk karyawan agar bersedia mengikuti pelatihan dan belajar hal baru untuk memberikan nilai tambah pada posisi mereka.

2. Gaji yang Tinggi

Pekembangan ekonomi yang terus meningkat dan kekhawatiran pada inflasi yang sewaktu-waktu bisa terjadi membuat karyawan selalu merasa was-was gaji yang diperoleh tidak mempu mencukupi kebutuhan hidup mereka. HRD dapat menumbuhkan sikap keterbukaan untuk mengetahui apakah karyawan mendapatkan upah yang sesuai atau tidak. Pertimbangkanlah untuk menyampaikan kriteria atau formula yang digunakan untuk menentukan skala gaji atau tingkatan gaji. Hal ini tentunya akan membuka remunerasi yang selama ini dianggap tabu. Jika perusahaan menerapkan keterbukaan maka karyawan akan merasa lebih nyaman untuk menanyakan tentang kenaikan gaji mereka.

3. Beban kerja dan stress yang tinggi

Karyawan merasa khawatir jika kinerja mereka melampaui peran mereka saat ini, mereka akan diberi tugas lebih dengan kompensasi yang sama. Sebagian lagi merasa merkipun sudah menerima kompensasi yang sesuai, beban kerja mereka terlalu banyak sehingga menyebabkan mereka kurang tidur, stress, dan memiliki kehidupan yang tidak seimbang antara personal dan profesional. HRD harus bisa mengatasi permasalahan ini dengan memberikan kompensasi sesuai dengan jerih payah atau memberikan tambahan tenaga kerja di setiap departemen. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan kesehatan dan kesejakteraan karyawan. Pertimbangkan untuk menerapkan program kesehatan yang dapat mengelola dan mengurangi stress dalam pekerjaan.

Agar karyawan tidak mengalami stress berlebih, HRD atau manager dapat memberikan kemudahan dalam beberapa hal, salah satunya adalah absensi. Seringkali karyawan harus mengantre lama dengan bosan untuk bisa absensi di mesin fingerprint, belum lagi jika mesin absensi fingerprint mengalami macet atau hang. Tak jarang hal tersebut membuat jam kerja karyawan banyak berkurang dan dapat menurunkan produktivitas. Saat ini sudah tersedia layanan AbsenKu Profesional, aplikasi absensi berbasis Android dan IOS yang bekerja secara cloud. Dengan AbsenKu Profesional absensi dapat dilakukan dimana saja cukup melalui smartphone.

Dengan mendengarkan keluh kesah karyawan, membuktikan bahwa anda sebagai HRD atau manager memiliki ketulusan dan penghargaan pada karyawan. Jika permasalahan yang dialami karyawan sering terabaikan maka akan menyebabkan penurunan kinerja yang berujung pada berkurangnya produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penting bagi HRD dan manager untuk saling bekerja sama menyelesaikan permasalahan karyawan di kantor sehingga kinerja karyawan tetap terjaga dan produktivitas perusahaan semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *