5 Cara Membuat Karyawan Perusahaan Merasa Bahagia Saat Bekerja

karyawan perusahaan

Karyawan kini tidak bisa dianggap sebatas sebagai sumber daya saja, lebih jauh dari itu karyawan merupakan pilar-pilar yang membuat perusahaan tetap kokoh berdiri. Bagi setiap perusahaan, karyawan perlu dianggap layaknya sebuah aset berharga yang membutuhkan pengelolaan dengan baik. Dalam pengelolaanya harus diperhatikan aspek psikologi termasuk didalamnya kebahagiaan dan motivasi kerja.

Hasil survei Job Happiness SEEK ASIA 2017 menunjukkan sebanyak 25% karyawan berhenti bekerja ingin menemukan tempat kerja lebih besar. Artinya jika seandainya karyawan menganggap tempat bekerja saat ini menyenangkan, mereka mungkin akan tetap bertahan lebih lama. Kebahagaiaan karyawan bukan semata tentang kenaikan gaji, fasilitas kerja yang lengkap, atau benefit saja. Hal lain seperti pekerjaan yang menyenangkan dan penuh makna terbukti lebih mampu meningkatkan kebahagiaan karyawan saat bekerja. Disini dibutuhkan kerjasama, rasa hormat, dan dukungan antara karyawan dengan pimpinan.

Berikut disajikan lima tips yang bisa membuat karyawan merasa lebih bahagia dan mencintai pekerjaannya setiap hari.

1. Menciptakan reputasi yang kuat melalui kebijakan yang adil dan transparan

Berdasarkan data dari Job Happiness Report SEEK ASIA 2017,reputasi perusahaan disoroti sebagai satu dari faktor utama kebahagiaan kerja. Saat ini segala sesuatu terkait dengan perusahaan akan selalu disoroti oleh karyawan dan tidak ada pendapat yang tidak tersampaikan, dengan menjadi perusahaan yang memiliki citra baik, adil, makmur, dan transparan dapat menjadi sumber utama dari kebahagiaan karyawan.

2. Meningkatakan hubungan baik dengan karyawan di tempat kerja

Memiliki rekan kerja yang baik merupakan salah satu dari tiga faktor utama yang menentukan kebahagiaan karyawan menurut Job Happiness Report SEEK ASIA 2017. Oleh karena itu jika menginginkan karyawan memiliki loyalitas dan komitemen tinggi pada perusahaan maka hargailah mereka, pastikan mereka mendapatkan keadilan dan hak-haknya terpenuhi.

3. Hargailah pengembangan dan kemajuan karier karyawan

Setiap orang senang dihargai, termasuk karyawan. Sangat penting bagi pemimpin perusahaan untuk bisa meyakinkan karyawan bahwa pencapaiannya tidak diabaikan atau dikesampingkan. Beri sekit sentuhan pribadi pada tempat kerja untuk mengetahui tujuan karir karyawan dan buat langkah pemberdayaan dengan kesempatan pelatihan dan kursus yang mereka butuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Bersikap lebih fleksibel dan memanfaatkan gig economy

Sangat penting kiranya untuk bersikap terbuka pada gaya kerja yang tidak tradisional karena biaya dan pilihan pilihan untuk mencari sumber pendapatan lain semakin meningkat. Perusahaan dapat menggunakan pekerja paruh waktu, pekerja jarak jauh (remote staff), atau karyawan pindah-pindah (mobile staff). Dunia kerja beradaptasi menyesuaikan dengan generasi pekerja yang mudah berubah. Oleh karena itu perusahaan yang memutuskan tetap kaku dan tidak fleksibel mungkin akan kehilangan karyawan-karyawan terbaiknya.

5. Atasi kesenjangan kepemimpinan melalui pelatihan tamabahan

Tempat kerja berubah secara konstan yang berarti bahwa tenaga kerja juga harus berubah. Bersikap proaktif  dengan memastikan bahwa orang-orang yang berada di posisi leader sudah dibekali dengan baik untuk mengatasi ekspektasi-ekspektasi karyawan yang sulit. Dengan memberikan pelatihan kepemimpinan kepada calon pemimpin perusahaan untuk menjadi manajer yang memberdayakan dan mendukung karyawan, ketidakpuasan dan kekecewaan karyawan di kantor dapat diminimalisir.

Menjaga kebahagiaan karyawan tidak perlu dianggap sebagai sebuah beban. Pada kenyataanya ketika framework telah dibuat, hal itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Hal yang terpenting adalah dengan terus mencari tahu kebutuhan dan aspirasi karyawannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *