Produktivitas Menurun? Mungkin Karena Anda Melakukan Kebiasaan Ini

produktivitas menurun

Apapun profesi yang dijalani, semua orang ingin melakukan pekerjaannya dengan baik serta ingin diperlakukan dengan baik juga. Hal ini akan berpengaruh pada cara kolega Anda memandang di tempat kerja. Oleh karena itu, Anda harus menghindari beberapa kebiasaan yang bisa menurunkan produktivitas di tempat kerja.

Ada beberapa kebiasaan kecil  yang sering tak disadari dapat berdampak buruk pada produktivitas Anda.

Tentu saja setiap tempat kerja memiliki aturannya sendiri, tapi sebagai acuan dasar, Anda harus menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan kontroversi di tempat kerja. Agar Anda dapat dihargai di tempat kerja, hindari beberapa kebiasaan buruk berikut ini.

Bekerja mengalir saja

Apakah Anda adalah orang yang kerap bingung mengerjakan apa saat jam-jam pertama di tempat kerja?

Banyak di antara karyawan yang dalam pekerjaan mereka seringkali tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan pertama kali di pagi hari.

Selain ini akan membuang waktu Anda yang berharga, Anda juga akan kehilangan momentum untuk bekerja lebih produktif dan terstruktur.

Salah satu upaya yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas kerja adalah dengan melakukan perencanaan kerja. Ini dapat Anda lakukan setiap akhir hari, atau saat akhir pekan sebelum kembali masuk kerja di hari Senin.

Buatlah sebuah daftar to-do tentang apa yang akan Anda kerjakan pada esok hari atau daftar pekerjaan yang harus Anda selesaikan selama satu minggu.

Jangan hanya menyelesaikan pekerjaan yang saat itu Anda ingat. Hal ini selain dapat mengaburkan fokus kerja Anda, kinerja Anda juga tidak akan sebaik ketika Anda sudah tahu apa yang ingin dikerjakan.

Sering melakukan pembicaraan tidak penting dengan rekan sekantor

Menghangatkan suasana tempat kerja dengan beberapa lelucon memang tidak ada salahnya. Namun, apabila kegiatan tersebut sudah mulai menyita waktu Anda atau terdengar mengarah ke hal-hal yang akan menyulitkan posisi Anda di perusahaan, sebaiknya hentikan pembicaraan tersebut.

Sebisa mungkin, hindarilah topik candaan yang berhubungan dengan pekerjaan — atau atasan. Hindari juga lelucon yang berpotensi untuk berkesan melecehkan kolega Anda. Anda dapat mencari topik lain seperti isu yang sedang hangat saat ini atau yang berhubungan dengan keseharian Anda. Usahakan juga agar Anda tidak membuang terlalu banyak waktu ketika sedang berbincang-bincang dengan rekan sekantor.

Jangan berkelakar hingga tidak ingat waktu dan kondisi tempat kerja. Selain Anda akan dipandang negatif oleh rekan sekantor lainnya, Anda juga akan menghabiskan waktu hanya untuk sekadar bercanda, tanpa mengingat bahwa masih ada segudang pekerjaan yang harus Anda selesaikan.

Terlalu sering menggunakan smartphone saat jam kerja

Di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, sulit memang menjauhkan pengaruh smartphone, bahkan di lingkungan pekerjaan. Penggunaan smartphone memang tidak dilarang di kantor, tetapi apabila hari-hari Anda hanya berkutat pada mengecek linimasa Facebook dan Instagram, kebiasaan tersebut tentu harus diubah.

Sebisa mungkin batasi penggunaan smartphone ketika sedang bekerja. Apabila Anda merasa ingin mengakses media sosial favorit Anda, lakukan hal tersebut selama lima menit setiap dua jam bekerja. Distraksi konstan yang hadir akibat penggunaan smartphone akan mengganggu fokus Anda terhadap pekerjaan. Oleh karena itu, jangan manjakan diri Anda dengan hal-hal yang mungkin akan mengganggu produktivitas.

Untuk mencegah adanya distraksi konstan dari smartphone, Anda juga dapat mencoba untuk menaruh smartphone di dalam saku atau di dalam tas, dan hanya mengakses smartphone apabila ada telepon, pesan, atau surel yang masuk.

Meremehkan jam kantor

Beberapa di antara kita kerap meremehkan waktu terlambat kita. Banyak yang menganggap, barang 5 atau 10 menit terlambat sama sekali tidak akan menimbulkan masalah bagi perusahaan. Bagi perusahaan mungkin tidak, tapi bagi produktivitas Anda, hal tersebut sangat berpengaruh.

Mulailah tanamkan pola pikir bahwa Anda tidak boleh terlambat barang 1 menit pun. Bahkan jika memungkinkan, datanglah 15-20 menit sebelum jam kantor dimulai jika ingin produktivitasmu terpacu. Anda bisa memanfaatkannya untuk berbincang ringan dengan rekan sekantor sambil menyesap secangkir kopi, atau mengecek email kemarin sore yang belum sempat Anda balas.

Jika Anda memulai aktivitas di kantor lebih awal, Anda akan langsung ‘bergerak’ tepat jam kantor dimulai. Produktivitas Anda pun akan terjaga.

Jika selama ini kantor Anda tidak memiliki tools untuk mengatur masalah keterlambatan yang terukur dan terkontrol dengan baik, aplikasi Absenku bisa membantu Anda.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi presensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone saja, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang rumit. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *