Pentingnya Menciptakan Budaya Perusahaan yang Hebat

absenku 3

Kultur perusahaan berperan besar dalam memengaruhi performa karyawan. Karena itu, mengembangkan kultur yang baik menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia bisnis, terutama perusahaan yang baru berkembang.

Ditambah, merekrut karyawan yang sesuai serta dapat menyuburkan kultur perusahaan juga bukan hal mudah.

Banyak perusahaan yang masih berusaha mencari jati diri kultur mereka. Kondisi tidak pasti ini kerap berujung pada turnover karyawan yang tinggi, sehingga menurunkan produktivitas dan berujung pada kerugian.

Sebetulnya, apa itu ‘kultur perusahaan’?

Kultur perusahaan pada dasarnya adalah bagaimana cara perusahaan berinteraksi dengan para karyawan. Ini meliputi perilaku, nilai-nilai, serta kepercayaan yang ditanamkan dalam organisasi supaya seluruh tim terarah ke tujuan akhir yang sama.

Pengaplikasian kultur perusahaan harus menyeluruh, mulai dari lapisan manajemen hingga pekerja lapangan.

Dengan kultur yang kuat, karyawan akan lebih mencintai pekerjaan mereka. Mereka akan lebih termotivasi, dan pada akhirnya akan menjadi lebih produktif.

Kultur juga merupakan salah satu pilar identitas brand perusahaan. Image perusahaan di mata masyarakat akan terbentuk akibat kultur tersebut. Jadi, kultur positif sangat penting untuk kepuasan konsumen maupun kepuasan para karyawan sendiri.

Langkah menciptakan kultur perusahaan yang hebat

Kevin King, Marketing Lead dari Bambu membagi lima langkah mudah yang bisa Anda terapkan untuk memperkuat kultur perusahaan, yaitu:

Beri dukungan dari atas. Kultur perusahaan harus ditumbuhkan mulai dari tingkatan hirarki teratas. Atasan dan manajer harus menjadi teladan bagi nilai-nilai yang mereka inginkan dalam karyawan lainnya. Berdasarkan survei, 89 persen karyawan yang merasa didukung oleh para atasan akan lebih puas akan pekerjaan mereka.

Belajar mendengarkan. Karyawan yang didengarkan akan lebih bahagia. Terkadang, dalam sebuah perusahaan ada orang-orang yang tidak pernah bekerja bersama karena perbedaan posisi. Mengumpulkan orang-orang ini sesekali untuk brainstorming bisa memunculkan ide-ide hebat yang tak terpikirkan sebelumnya.

Merekrut dengan hati-hati. Perekrutan karyawan juga berperan krusial dalam membentuk kultur. Bila Anda mewawancara calon karyawan, pastikan Anda paham apa visi jangka panjang tiap kandidat untuk karir mereka. Anda juga perlu berkolaborasi dengan karyawan lama untuk meminta rekomendasi calon kandidat.

Sadari pentingnya komunikasi. Menurut survei, 86 persen karyawan merasa bahwa kegagalan di tempat kerja berawal dari kolaborasi atau komunikasi yang tidak efisien. Penting sekali untuk mengkomunikasikan nilai-nilai dan visi perusahaan pada para seluruh karyawan. Dengan memahami visi perusahaan, karyawan akan bekerja dengan mengikuti mindset tertentu, sehingga seluruh pekerjaan yang ada akan berubah menjadi sebuah kolaborasi besar.

Fasilitasi umpan balik. Manajemen top-down di mana karyawan level rendah hanya bisa tunduk pada atasan adalah sistem yang sudah kuno. Di era modern ini, para eksekutif pun harus bersikap terbuka dan mau mendengarkan ide bawahannya. Buatlah kebijakan open-door di perusahaan, sehingga setiap orang bisa menyampaikan keluhan dan masukan mereka pada siapa saja. Pastikan juga para karyawan menerima umpan balik secara reguler atas kinerja mereka.

Pastikan Anda memiliki tools terbaik untuk memonitor kinerja karyawan. AbsenKu Profesional mampu menjadi solusi terbaik bagi keterbukaan sistem di perusahaan Anda.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi absensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone saja, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang meribetkan. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

Kesalahan yang sering terjadi saat proses membentuk kultur perusahaan

Perilaku yang salah dalam membangun kultur bisa menghancurkan rasa percaya diri karyawan, merusak reputasi Anda, serta membuat karyawan tidak betah. Hindari praktik berikut:

Membangun tim tanpa planning. Kultur perusahaan harus berjalan di seluruh level karyawan. Karena itu, Anda harus cermat menentukan bagaimana dan kapan Anda merekrut orang baru ke dalam tim. Pastikan kandidat memiliki ambisi, tujuan, dan karakteristik yang dibutuhkan perusahaan.

Membangun kultur di atas rasa takut. Rasa takut bisa menjadi jalan pintas untuk memotivasi karyawan, tapi bukan cara yang baik untuk mencapai kesuksesan. Ketika para karyawan merasa takut, mereka akan enggan masuk kerja, merasa stres, serta tidak bisa berinovasi. Kultur perusahaan haruslah didasarkan pada rasa nyaman, kemauan untuk mencoba hal baru, serta dukungan terhadap para karyawan.

Tidak ada transparansi. Kultur yang hebat akan tumbuh subur di atas transparansi. Anda tidak bisa membuat karyawan cinta pada perusahaan bila mereka tidak tahu apa yang terjadi di perusahaan tersebut. Bila tiap orang merasa tidak berkontribusi terhadap perusahaan keseluruhan dan hanya terkungkung dalam lingkup kerja masing-masing, mereka akan merasa tidak nyaman. Karena itu pastikan visi Anda bisa diterapkan secara universal.

Kultur perusahaan adalah “lem” yang bisa mengikat hati para karyawan, memperbaiki hubungan yang retak, serta meningkatkan produktivitas. Namun kultur tidak bisa muncul secara instan atau kebetulan. Anda butuh perencanaan, implementasi, serta analisa untuk menumbuhkannya. Dengan kultur yang baik, perusahaan akan menjadi seperti keluarga: nyaman, terbuka, dan saling mendukung demi kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *