Membiasakan Diri Menjadi Problem Solver

Pernahkah Anda mengalami momen saat Anda mengetahui apa yang diinginkan, tetapi jalan untuk meraihnya seakan mustahil? Hampir semua orang di dunia pernah mengalaminya. Kita pernah menghadapi berbagai masalah, mulai dari tugas sekolah yang sulit hingga saat membuat keputusan besar di perusahaan.

Hal pertama yang harus kita lakukan sebelum memecahkan masalah adalah dengan mengidentifikasi masalah tersebut. Cara termudah adalah dengan memecah masalah tersebut hingga bagian terkecil.

Sebagai contoh, Anda seorang pemimpin perusahaan yang tidak pandai berbahasa Inggris. Untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Anda, subjek apa yang ingin Anda tingkatkan? Apakah vocabulary? grammar? atau lainnya?

Jika grammar adalah kelemahan Anda, cobalah untuk memecah kembali permasalahan menjadi bagian yang lebih kecil. Dalam grammar, apakah Anda mengalami kesulitan untuk membedakan penggunaan tense? Atau selalu salah dalam penggunaan pronoun?

Jika Anda berhasil mengetahui titik lemah Anda, kini Anda dapat menyelesaikan masalah dengan lebih efektif.

Setelah mengetahui masalah apa yang Anda punya, tahap berikutnya Anda harus mencoba untuk menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalahan tersebut.

Gali akar permasalahan

Untuk mengetahui penyebab dari sebuah permasalahan, coba tuliskan daftar dari seluruh hal yang menurut Anda adalah penyebab permasalahan.

Misal, Anda merasa produktivitas karyawan perusahaan Anda menurun. Banyak pekerjaan mundur dari jadwal, karyawan terlambat, bahkan membolos.

Mengapa demikian? Untuk mengetahuinya, Anda harus membuat daftar dari seluruh kemungkinan penyebabnya. Mungkinkah karena mereka kurang diapresiasi perusahaan? Atau karena memang pada dasarnya mereka bukan tim yang berkualitas? Atau ada hal lain?

Anggap daftar tersebut adalah sebuah hipotesis. Untuk mengetahui validitas dari sebuah hipotesis, mereka harus melakukan pengujian. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan skema pohon ya/tidak (yes/no tree). Pohon ini dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak untuk membantu Anda memperkuat sebuah hipotesis.

Misal pertanyaan pertama adalah, apakah karena mereka merasa kurang diapresiasi? Jika jawabannya ya, berarti memang Anda  harus melakukan pendekatan lebih personal untuk mendapatkan jawaban valid dari tiap karyawan. Tetapi jika jawabannya tidak, pohon tersebut akan mengungkap lebih banyak cabang yang berisi pertanyaan yang harus dijawab.

Teruslah bertanya hingga Anda memiliki seluruh jawaban yang dapat digunakan untuk memperkuat hipotesis Anda. Setelah mengetahui apa akar permasalahannya, langkah selanjutnya adalah menganalisis penyebab masalah tersebut untuk membuat penyelesaiannya.

Analisis mendalam untuk temukan solusi menyeluruh

Setelah menemukan akar permasalahannya, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis yang akan membantu Anda mendapatkan solusi terbaik.

Kembali pada contoh kasus perusahaan Anda di atas, perusahaan Anda telah melakukan survei dan wawancara kepada karyawan-karyawan yang dirasa produktivitasnya menurun. Dari survei tersebut, Anda sadar bahwa ada kecemburuan di tengah karyawan. Ada karyawan yang pekerjaan dan produktivitasnya biasa saja, bahkan cenderung sering terlambat, malah mendapat insentif. Sehingga banyak karyawan yang mempertanyakan kebijakan perusahaan.

Setelah informasi terkumpul dan dianalisis, saatnya merancang solusi.

Perusahaan Anda kini mulai menuliskan semua solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan  kedisipilnan perusahaan Anda. Seluruh solusi ini dituliskan dan diletakkan di meja dan diklasifikasikan menurut dampak yang dihasilkan.

Dengan banyaknya kemungkinan solusi, Anda dapat memprioritaskan dan menentukan solusi mana yang akan dieksekusi nantinya. Setelah mengetahui langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah, sekarang Anda dapat melihat kemungkinan penyelesaiannya.

Misal, Anda merasa perlu menggunakan tools untuk mengukur kedisiplinan dan kinerja karyawan secara akurat dan transparan, segera eksekusi. Namun, sebelum Anda mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pahami terlebih dulu metode implementasi yang paling tepat. Mulailah analisis tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan. Setelah mendapatkan informasi, kini Anda siap untuk menganalisis metode implementasi.

Setelah itu, langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah mengeksekusi rencana kerja yang telah dirancang. Jalankan rencana penyelesaian masalah Anda dan terus lakukan evaluasi dengan mendetail.

Tools semacam absenku bisa menjadi solusi menyeluruh bagi masalah di atas.

Ukur kinerja karyawan dengan akurat, termasuk tingkat kedisiplinan mereka. AbsenKu Profesional mampu menjadi solusi terbaik bagi keterbukaan sistem di perusahaan Anda.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi absensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone saja, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang meribetkan. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *