Jangan Merasa Bersalah Saat Anda Pulang Tepat Waktu

pulang tepat waktu

Saat ini kita hidup di antara generasi yang sangat kompetitif dan terobsesi untuk sukses. Datang 1 jam sebelum jam masuk kantor, absensi tidak pernah bermasalah, jatah cuti memilih untuk diuangkan, betul-betul ritme kerja yang luar biasa.

Memang, hal itu lebih baik daripada hidup di tengah generasi yang suka bermalas-malasan. Namun, seseorang yang terobsesi menjadi sukses, cenderung akan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer sehingga dia bisa lupa kalau masih punya kehidupan lain di luar kantor.

Banyaknya tugas yang mesti dilakukan kerap menjadi faktor utama yang membuat seseorang harus tetap di kantor dan bekerja hingga larut malam. Padahal berbagai penelitian telah mengungkapkan, seseorang yang memiliki jam kerja berlebih cenderung bisa terkena potensi risiko serangan depresi dan kesehatan tubuh.

Termotivasi untuk bekerja keras memang baik, tapi akan jauh lebih baik jika Anda bisa bekerja cerdas. Berikut beberapa alasan mengapa berlama-lama di kantor bukan hal yang baik.

Menjadi tidak produktif

Ketika Anda berpikir ‘masih ada waktu di malam hari’, sebenarnya Anda memberikan ilusi bahwa Anda masih punya banyak waktu. Dengan berpikir demikian, Anda jadi terbiasa menunda-nunda pekerjaan dan tidak bekerja secara efektif serta efisien. Namun, jika Anda bertekad menyelesaikannya sebelum jam pulang, otomatis Anda akan berusaha menyelesaikan target tepat waktu. Kerja berlebihan membuat Anda tidak produktif karena kondisi tubuh dan pikiran sudah lelah.

Pulang tepat waktu akan meningkatkan kualitas hidup

Jika Anda terbiasa meninggalkan kantor tepat waktu, Anda punya lebih banyak waktu untuk berolahraga, menghabiskan bersama keluarga, tidur, beristirahat, atau melakukan hobi. Dengan menjalani keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, kualitas hidup juga akan meningkat.

Coba Anda jalankan dan hasilnya bisa langsung Anda rasakan dalam 2-3 hari setelahnya. Bandingkan dengan minggu sebelumnya di mana Anda selalu pulang lembur.

Memaksa untuk lebih disiplin

Jika selama ini Anda tak pernah absen, mengambil cuti sewajarnya, dan selalu datang tepat waktu, maka pulang tepat waktu tidak akan menjadi hal yang akan atasan Anda permasalahkan.

Pulang di saat jam kantor berakhir dengan semua pekerjaan terselesaikan berarti menggunakan waktu Anda secara disiplin. Jika sejak duduk di kursi kerja Anda sudah memutuskan akan pulang tepat waktu, Anda telah memasang deadline pribadi supaya produktif sepanjang hari. Anda jadi terbiasa mengukur bagaimana cara bekerja cerdas, istirahat makan siang yang efektif, dan membuat prioritas mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

Apalagi jika perusahaan Anda telah mengadopsi sistem absensi digital yang dapat dipantau online secara real time, kapanpun dan di manapun, seperti Absenku. Absenku merupakan aplikasi absensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone saja, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang meribetkan. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

Duduk terlalu lama membahayakan kesehatan

Untuk apa menadi ‘sukses’ kalau badan jadi sakit-sakitan. Apa gunanya menjadi bos kalau kemudian Anda harus berakhir terbaring di rumah sakit?

Para peneliti dari National Institutes of Health meneliti 200.000 orang selama 10 tahun, mereka menemukan bahwa tujuh jam olahraga dalam seminggu tidak cukup untuk menangkal bahaya dari duduk terlalu lama. Tak hanya itu, Anda pun beresiko terkena serangka jantung, stroke, kolestrol tinggi, dan obesitas.

Sering lembur membuat Anda mudah dimanfaatkan bos

Lama kelamaan, atasan menganggap kebiasaan Anda menghabiskan waktu di kantor sampai larut adalah hal biasa. Dia jadi tidak sungkan membebani pekerjaan lain karena mengira Anda memang menyukainya. Saat Anda ingin pulang cepat, Anda malah dipaksa untuk tinggal di kantor. Mungkin menguntungkan kalau kantor Anda membayar uang lembur. Namun, jika tidak dibayar, jangan mau dieksploitasi karena artinya Anda rugi waktu, uang, tenaga, dan pikiran.

Keluarga jauh lebih penting dibanding pekerjaan

Siapa yang ada di samping Anda di saat sedih dan susah? Tentu bukan bos Anda.  Perusahaan dapat dengan mudah mencari pengganti Anda, tapi Anda tidak bisa mencari pengganti keluarga jika kehilangan mereka. Cintai pekerjaan Anda tapi jangan cintai perusahaan karena Anda tidak akan tahu kapan perusahaan akan berhenti mencintai Anda.

Tidak ada yang salah dengan berusaha menjadi sukses. Namun, jangan sampai meninggalkan kantor tepat waktu justru membuat Anda merasa bersalah. Cobalah mulai sekarang kemasi tas Anda untuk pulang tepat waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *