7 Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan di Kantor

meningkatkan kinerja karyawan

Target perusahaan ditentukan berdasarkan perhitungan cermat dengan membandingkan antara volume produksi dan kapasitas tenaga kerja. Oleh karena itu untuk dapat memenuhi target produksi ini maka kinerja karyawan harus dijaga pada kondisi yang terbaik. Jika hal ini berhasil tak hanya target perusahaan saja yang tercapai, bisa jadi produksi perusahaan juga akan semakin meningkat dan membaik kualitasnya.

Faktor karyawan tidak bisa disamakan dengan mesin atau perangkat lunak yang dimiliki perusahaan. Perlakuan dari perusahaan harus bisa memanusiakan karyawan. Wajar jika ada suatu titik dimana seorang karyawan mengalami penurunan kinerja. Disini perusahaan dituntut untuk mampu mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini. Seorang HR harus menjadi yang pertama mengetahui penuruanan kinerja karyawan. Untuk lebih memudahkan, HR  bisa menggunakan aplikasi AbsenKu Profesional yang berbasis Android dan IOS. AbsenKu Profesional akan membantu mengelola dan menyediakan data kinerja karyawan sehingga bisa menjadi acuan dalam melangkah kedepan.

Perusahaan melalui bagian HR perlu memonitor kinerja karyawan setiap waktu agar diketahui segala dinamika yang terjadi. Tujuannya satu, agar diperoleh informasi hal-hal yang membuat karyawan berada dalam kondisi yang baik atau sebaliknya agar bisa disikapi dengan bijak. Saat karyawan berada pada kondisi kinerja yang buruk, perusahaan dapat melakukan langkah berikut ini. Penerapannya dapat berbeda pada setiap perusahaan tergantung pada keadaan dan budaya kerja perusahaan.

1. Pemahaman Masalah Utama

Masalah yang dihadapi karyawan akan mengganggu fokus kerja sehingga menyebabkan penurunan kinerja. Sebagai pengelola perusahaan, staff HR berkewajiban menanyakan secara langsung masalah yang dihadapi. Teguran memang terkadang  terasa tidak menyenangkan, namun dengan menegur akan timbul kesadaran bahwa karyawan tersebut melakukan hal yang kurang tepat. Konfrontir karyawan secara personal dan usahakan tidak menegurnya dihadapan karyawan lainnya agar mentalnya tidak down atau tersinggung. Dengan komunikasi yang lebih personal staff HR dapat memahami masalah yang dihadapi karyawan dan memberikan solusi.

2. Fasilitasi Kritik Karyawan

Penurunan kinerja tak selamanya berasal dari karyawan. Kebijakan perusahaan yang tidak nyaman bagi karyawan juga seringkali menjadi penyebab menurunnya kinerja karyawan. Sayang, tidak semua perusahaan memberikan wadah kepada karyawan untuk menyampaikan kritik atau saran untuk pihak manajerial perusahaan. Untuk membangun iklim komunikasi yang baik sebaiknya perusahaan memberikan ruang kepada karyawan untuk menyampaikan kritik atau saran. Dengan begini pihak manajerial perusahaan juga bisa intropeksi diri atas kesalahan yang dilakukan dan menyebabkan karyawan mengalami penurunan kinerja.

3. Lakukan Pendekatan Personal

Setiap karyawan memiliki karakter dan berbeda-beda dalam menanggapi kritikan atau masukan. Ada karyawan yang bisa menerima kritikan secara langsung, ada juga karyawan yang harus disampaikan secara halus. Oleh karena itu perlu kiranya seorang HR melakukan identifikasi pada keunikan karakter karyawan. Tanpa bermaksud membeda-bedakan karyawan, cara kritik yang berbeda memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan performa atau kinerja karyawan yang bersangkutan. Berikan pemahaman mendalam kepada karyawan agar tidak ada kesalahpahaman.

4. Berikan Target yang Jelas

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan kinerja karyawan dapat dilakukan dengan memberikan target kerja yang jelas kepada setiap karyawan. Dengan memberikan target kerja ini setiap karyawan akan memiliki target jangka pendek yang harus dicapainya. Arah kerja akan semakin jelas dan waktu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh karyawan.

5. Mengapresiasi Peningkatan Kinerja

Penghargaan merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang memiliki kinerja yang baik dan menjadi salah satu cara untuk membuat perusahaan lebih cepat berkembang. Pemberian hadiah ini juga bisa menjadi stimulus untuk semua karyawan yang ada agar bisa termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Hadiah tak melulu pada benda berharga, bisa berupa banyak hal misalnya tambahan hari cuti.

6. Memberikan Teguran Tegas

Ketika penuruanan kinerja karyawan sudah ditangani namun belum juga menunjukkan perubahan ke arah ayang lebih baik mungkin saatnya memberikan peringatan formal dan teguran keras. Cara semacam ini terkadang perlu untuk karyawan yang sulit diajak bekerja sama dengan baik.

7. Pemutusan Kerjasama

Saat semua upaya sudah dikerahkan namun karyawan belum juga memperbaiki kinerjanya, sudah saatnya untuk mengambil langkah tegas. Walaupun pemecatan atau pemutusan kerjasama akan berdampak negatif pada perusahaan, namun hal ini perlu dilakukan daripada harus terus menerus menghadapi karyawan yang tidak ingin berkembang dan memberatkan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *