Cara Mengatasi Penyakit Umum Karyawan Agar Produktivitas Perusahaan Terjaga

cara mengatasi penyakit

Dalam setiap perusahaan selalu saja ditemui karyawan dengan penyakit bawaan yang sulit disembuhkan. Karyawan seperti ini dapat diibaratkan seperti duri dalam daging, jarum dalam jerami, dan gunting dalam lipatan. Mereka cenderung memiliki sifat yang negatif, tidak bertanggungjawab, menolak perubahan, tidak terorganisir, agresif, dan kredibilitas yang rendah. Karyawan berpenyakit seperti ini merupakan faktor utama yang menyebabkan produktivitas perusahaan menjadi menurun. Tak hanya itu, mereka juga akan memberikan imbas negatif pada karyawan lain.

Berdasarkan penelitian Cornerstone OnDemand saat karyawan berpenyakit masuk ke perusahaan, karyawan lain cenderung memutuskan untuk keluar dibandingkan harus bertahan dan bekerja bersama. Biasanya mereka cukup sulit dibedakan karena hanya menampakkan sifat aslinya dibelakang atau beberapa saat setelah mulai bekerja. Sebagai HRD Profesional anda harus mampu mengidentifikasi karyawan berpenyakit sedini mungkin.

Dengan AbsenKu Profesional akan memudahkan pekerjaan anda mengenali kayawan berpenyakit ini cukup dengan smartphone. AbsenKu Profesional merupakan aplikasi absensi berbasis Android dan IOS yang bekerja secara real time. Sehingga akan diketahui siapa karyawan yang tidak disiplin dan berpotensi memiliki penyakit bawaan. Selanjutnya perlu dilakukan pengenalan terlebih dahulu terhadap jenis penyakitnya, kemudian diberi penanganan tepat agar bisa sembuh. Berikut disajikan panduan mengenai lima jenis penyakit karyawan dan cara mengatasinya.

1. Mudah Marah

Karyawan yang memiliki tempramen tinggi adalah yang terburuk karena mudah tersinggung dan tidak bisa bekerja dalam tim dengan baik. Selain itu juga sangat berpotensi merugikan perusahaan dengan membuat customer kabur karena tidak tahan dengan sikapnya yang pemarah.

Sifat:

  1. Tidak sabaran dan sulit didekati
  2. Tidak ragu untuk beragumen dan berteriak kepada customer atau kolega
  3. Memiliki reputasi sebagai biang keributan dan onar di tempat kerja

Cara mengatasi:

  1. Atasi sisi negatif dengan menggunakan sikap yang peduli, halus, dan tidak agresif
  2. Mencari tahu alasan yang membuat marah dan memberikan solusi pada masalahnya
  3. Pada saat terakhir diskusi tanyakan bagaimana perasaan karyawan apakah puas dengan solusi yang ditawarkan.

2. Pembuat Alasan

karyawan Pembuat alasan hanya akan melakukan apa yang menjadi ranah kerjanya saja. Biasanya sangat tidak bisa dipercaya dan sangat baik dalam menolak membantu pekerjaan keryawan lain yang bukan termasuk ranah kerjanya. Karyawan jenis ini perlu ditangani sesegera mungkin sehingga tidak menimbulkan dampak lebih buruk bagi perusahaan.

Sifat:

  1. Ahli dalam membuat alasan untuk memnghindar permintaan kerja.
  2. Sering tidak hadir karena kurangnya motivasi kerja.
  3. Hanya akan menyelesaikan pekerjaan dengan sedikit usaha.

Cara mengatasi:

  1. Membuat ekspektasi kerja yang jelas bagi seluruh karyawan selama wawancara dan review ekspektasi ini dari waktu ke waktu selama masa kerja.
  2. Berikan penghargaan berupa insentif tambahan bagi karyawan yang bersedia berkolaborasi dengan kelompok atau karyawan lain untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
  3. Buat delegasi kerja yang tepat menjadi budaya yang dapat memperbaiki keterampilan.

3. Tukang Nebeng

Karyawan tukang nebeng sangat pemalas dan sering membuat karyawan lain kewalahan karena harus mengerjakan pekerjaannya. Memiliki rasa tanggungjawab yang rendah pada pekerjaan. Karyawan jenis ini sering absen kerja tanpa ada alasan yang jelas. Tidak disukai karyawan lain karena keberadaannya dianggap sebagai sebuah beban.

Sifat:

  1. Tidak peduli dengan anggapan orang lain terhadap dirinya.
  2. Memiliki motivasi kerja yang rendah, memiliki ketepatan waktu yang rendah, dan buruk dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline.

Cara mengatasi:

  1. Bicara pada mereka dan cari tahu alasan yang melatarbelakangi mereka berperilaku demikian.
  2. Memberikan ekspektasi yang jelas, meminta mereka untuk lebih bertanggungjawab, dan awasi akuntabilitas pekerjaan mereka.
  3. Melakukan review hasil pekerjaan secara tiba-tiba.

4. Pesimis

Karaywan pesimis mampu membuat suasana kantor menjadi muram. Selain itu karyawan pesimis juga memiliki kecendrungan untuk lebih sering komplain tentang apa saja dan kapan saja. Karyawan pesimis tidak terlalu tertarik dengan diskusi untuk mengembangkan perusahaan dan menganggap bergaul dengan kolega atau karyawan lain sebagai sebuah beban.

Sifat:

  1. Tidak tertarik dengan opini dan pekembangan perusahaan.
  2. Menganggap bekerja, bergaul dengan karyawan atau kolega adalah sebuah beban.
  3. Membuat karyawan lain merasa negatif.

Cara mengatasi:

  1. Cari tahu apa hal yang membuat mereka tidak puas dan berusaha membuat tempat kerja yang nyaman untuk semua orang.
  2. Menyebarkan sikap positif dalam atmosfer kerja dengan membagikan berita positif dan pencapaian yang dibuat oleh anggota tim.
  3. Menghargai setiap pencapaian yang dilakukan oleh karyawan.

5. Rakus Rapat

Terkenal sebagai individu yang sangat tidak produktif, rapat yang sangat lama, dan pembuat rusuh di tempat kerja. Rapat dengan karyawan jenis ini cenderung membuang-buang waktu dan menjadi tempat untuk memaksakan pekerjaan kepada karyawan lainnya.

Sifat:

  1. Rapat berlangsung sangat lama dan tidak langsung kepada intinya.
  2. Menyertakan orang-orang yang tidak berkepentiangan dalam rapat.
  3. Menjadikan rapat sebagai tempat persembunyian.

Cara mengatasi:

  1. Menolak setiap diskusi atau rapat yang tidak jelas arah dan tujuannya.
  2. Mengingatkan kepada karyawan lainnya untuk membuat rapat lebih produktif dengan waktu yang cukup dan langsung ke intinya.

Karyawan berpenyakit hampir ditemukan disetiap perusahaan dan akan menyebabkan kerugian besar dalam hal keuangan. Penting diingat bahwa beberapa karyawan dengan penyakit bawaan ini tidak akan pernah bisa disembuhkan, tak peduli berapa kali anda telah mencoba. Ada kalanya anda sebagai HRD membiarkan mereka pergi dan mulai mencari pengganti yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *