Absenku Professional

Muncul Konflik di Tempat Kerja? Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya

absenku

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus mampu untuk bertindak cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Namun, bagaimanakah cara penyelesaian konflik tanpa perlu merugikan karyawan dan perusahaan?  Kami coba ulas di artikel ini.

Karakteristik konflik

Ketahui betul apa yang menjadi pemicu konflik di dalam perusahaan. Selalu mulai tanpa asumsi berlebih.

Setelah mengetahui pemicunya, cari tahu apakah ada peraturan perusahaan yang sekiranya dapat menyelesaikan masalah tersebut. Apabila Anda belum memiliki kebijakan tersebut dalam perusahaan, segeralah membuatnya.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba beberapa cara lain, seperti:

Biarkan karyawan menceritakan masalah mereka. Menjadi seorang pendengar yang baik adalah hal penting yang harus Anda lakukan sebelum melakukan mediasi.

Identifikasi apa yang menjadi kesulitan dalam penyelesaian masalah. Dalam setiap konflik, tanyakan kepada diri Anda sendiri: Apakah yang menjadi faktor yang memotivasi terjadinya konflik? Apa saja yang membuat pihak terkait sulit untuk menyepakati sebuah solusi?

Tumbuhkan budaya transparan dalam tim. Misal saat seseorang mendapat insentif, pastikan semua orang paham mengapa ia mendapatkannya. Saat seseorang mendapat teguran karena performa menurun, pastikan ia tahu bahwa teguran itu hasil dari pengukuran kinerja yang terukur, bukan karena penilaian subyektif pemimpin perusahaan.

Ukur kinerja karyawan dengan akurat, termasuk tingkat kedisiplinan mereka. AbsenKu Profesional mampu menjadi solusi terbaik bagi keterbukaan sistem di perusahaan Anda.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi absensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone saja, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang meribetkan. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

 

Waktu yang tepat untuk menyelesaikan konflik

Setiap orang pasti memiliki potensi untuk menjadi pemicu sebuah konflik. Namun sayangnya, pemimpin seringkali tidak memperhatikan potensi konflik tersebut.

Pemimpin harus mampu untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengambil tindakan apabila ia telah menemukan bukti konkrit dari seorang karyawan yang menjadi pemicu masalah dan memberikan dampak negatif bagi perusahaan.

Apabila orang-orang yang ada di sekitar Anda tahu bahwa Anda telah menemukan pemicu masalah tersebut dan tidak segera bertindak, Anda akan kehilangan wibawa di mata para pekerja.

Jika Anda terus menunda penyelesaian konflik yang terjadi, bukan tidak mungkin pekerja akan mengambil keputusan sendiri — yang menyebabkan Anda kehilangan sebuah momentum sebagai seorang pengambil keputusan.

Ketika tim merasa bahwa Anda tidak cukup dewasa sebagai seorang pemimpin, saat itu juga Anda telah menjatuhkan kredibilitas Anda sendiri sebagai seorang pemimpin.

Anda tak harus selalu turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan karyawan

Sebagai seorang pemimpin, tentu Anda ingin karyawan yang Anda pimpin dapat bertindak mandiri dalam kondisi apapun. Perlu diketahui, apabila Anda selalu menanggapi cerita pegawai tentang masalah yang mereka hadapi, hal ini dapat berpotensi untuk memperkeruh keadaan. Bukan tidak mungkin nantinya akan ada pihak-pihak yang menuduh Anda menganakemaskan seseorang karena selalu terlihat kooperatif hanya pada pihak tertentu.

Tetapi ini juga bukan berarti Anda akan melepaskan karyawan begitu saja untuk menyelesaikan konflik mereka. Perusahaan juga harus mampu untuk memfasilitasi penyelesaian konflik tersebut. Ini dapat Anda lakukan dengan cara memandu mereka lewat poin-poin apa yang dapat mereka utarakan. Atau apabila diperlukan, Anda dapat menolong karyawan agar mereka dapat melakukan pendekatan yang positif terhadap pihak yang bersitegang dengannya.

Jangan bertindak sebagai pihak yang ikut campur dalam penyelesaian masalah, tetapi jadilah pihak yang memfasilitasi diskusi antar kedua belah pihak yang bertikai.

Pertikaian adalah sebuah bagian yang tidak terhindarkan di setiap organisasi. Akan tetapi cara kita dalam menangani masalah tersebut nantinya akan mempengaruhi kesehatan kultur dalam organisasi secara khusus dan ekosistem secara umum.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *