Absenku Professional

Hal-Hal yang Selalu Dilakukan Karyawan Perusahaan Besar Dunia

karyawan perusahaan besar dunia

Tiap perusahaan pasti memiliki budayanya masing-masing. Namun, menurut jurnal yang dikeluarkan Forbes pada 14 Desember 2016, ada kemiripan pola pada para karyawan di perusahaan-perusahaan raksasa dunia seperti Google, Apple ataupun Amazon. Berikut beberapa di antaranya:

Jatah cuti pasti dimanfaatkan untuk liburan

Beberapa di antara kita kerap malas mengambil jatah cuti, meskipun jelas-jelas tertera di kontrak perusahaan bahwa itu adalah hak kita. Ada beberapa faktor, seperti susahnya proses pengambilan cuti, hingga beban pekerjaan yang benar-benar padat.

Perusahaan seperti Adobe bahkan memaksa karyawannya untuk liburan selama 4 bulan penuh dan tetap digaji. Program tersebut telah dijalankan selama 2 tahun. Menurut Adobe, program tersebut berhasil meningkatkan performa karyawan mereka hingga 2 kali lipat.

Peran perusahaan mendukung karyawannya mengambil jatah cuti dan liburan memang dibutuhkan. Sebagian perusahaan masih suka ‘merecoki’ karyawannya yang tengah cuti dengan alasan kondisi mendesak. Hal tersebut jelas menandakan kegagalan manajemen mengelola tim dan beban kerja yang ada. Hal ini pula lah yang kerap membuat karyawan malas mengambil cuti untuk liburan karena pada akhirnya perusahaan tidak pernah benar-benar membiarkan diri mereka santai sejenak.

Bahkan alasan cuti untuk liburan terkadang dianggap bukan hal mendesak bagi beberapa perusahaan. Cuti dianggap hanya hak untuk karyawan yang sakit, atau urusan keluarga seperti perkawinan saudara.

Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa Anda berhak memerjuangkan itu. Dan, saat liburan jangan sekali-sekali memikirkan urusan pekerjaan jika tidak ingin masa libur itu sia-sia. Bukannya menjadi lebih produktif, Anda justru membuang-buang waktu.

Berangkat dan pulang kerja tepat waktu

Banyak atasan kerap memamerkan karyawannya yang sering lembur, seolah bekerja di luar jam kantor adalah kebanggaan. Padahal hal itu justru menggambarkan ada ketidak beresan pada budaya perusahaan mereka.

Jika Anda dituntut masuk kantor tepat waktu, maka Anda juga berhak untuk pulang kerja tepat waktu. Percayalah, perusahaan Anda tidak akan bangkrut hanya karena Anda mengabaikan email yang masuk setelah jam kantor.

Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah Anda juga perlu konsisten pada jam masuk Anda. Jika Anda selalu terlambat, tapi menuntut untuk bisa pulang tepat waktu, artinya ada yang salah pada etos kerja Anda.

Terus kembangkan dan tingkatkan skill Anda agar bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai jam kantor. Buang kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa mengganggu fokus Anda.

Ingatlah, ada kehidupan lain di luar kantor. Banyak relasi yang bisa dibangun selain dengan rekan kerja. Selain itu, bekerja sesuai waktunya juga bisa mencegah berbagai masalah kesehatan yang muncul karena terus duduk di belakang meja kantor menghadap layar laptop selama berjam-jam.

Aktif berpartisipasi membangun budaya perusahaan yang positif

Jika diibaratkan, perusahaan adalah sebuah mobil yang berjalan lancar karena semua komponen bekerja sebagaimana mestinya. Jika ada satu bagian saja yang tidak beres, mobil bisa mogok, bahkan rusak.

Tidak ada satupun perusahaan teknologi di Silicon Valley yang membuat kubikel untuk karyawan mereka. Hanya ada 2-3 ruangan besar untuk semua divisi. Semua duduk bersama pada beberapa meja besar. Tidak ada sekat antar divisi maupun antar jabatan. Hal tersebut untuk membuang rasa sungkan karyawan baru ataupun tingkat bawah pada fungsional perusahaan, untuk menyampaikan ide terbaik mereka pada atasan, kapanpun mereka mau.

Jika Anda berada di sebuah perusahaan yang berada pada tahap awal membangun kultur bekerja, hindari bersikap apatis. Jadilah pribadi yang aktif untuk bisa membuat kultur di perusahaan Anda lebih baik lagi. Banyak perusahaan yang sudah sangat terbuka pada ide-ide karyawannya, tidak hanya bergantung pada keputusan sepihak para direksi.

Misal, Anda merasa perusahaan telah menerapkan skema untuk memancing semua karyawannya disiplin pada jam kantor. Namun, perusahaan Anda ternyata tidak memiliki cara yang benar-benar efektif untuk melakukan monitoring untuk aturan tersebut. Anda bisa menyampaikan ide pada atasan di divisi Anda, mengenai penggunaan software atau aplikasi yang bisa secara akurat melakukan monitoring presensi dan ketidak hadiran karyawan. Juga mengenai keterlambatan kedatangan mereka.

AbsenKu Profesional mampu menjadi solusi terbaik bagi keterbukaan sistem di perusahaan Anda.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi absensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang meribetkan. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *