Waspada Burnout di Tempat Kerja

burnout di tempat kerja

Mungkin Anda sedang mengalami ini, datang ke kantor, memeras otak selama delapan hingga sepuluh jam, mencari ide-ide kreatif untuk menciptakan atau memasarkan suatu produk, dan saat Anda pulang kerja, pikiran masih penuh dengan evaluasi dan strategi apa yang harus dilakukan untuk pekerjaan Anda esok hari.

Hingga suatu titik Anda mengalami burnout.

Anda mulai sering sakit kepala, susah tidur, dan seperti tak punya energi untuk melakukan apa pun. Emosi Anda juga mulai tidak terkontrol.

Burnout di tempat kerja memang nyata adanya, apalagi bila pekerjaan Anda menuntut pemikiran kreatif dan inovasi terus-menerus.

Ada banyak cara sederhana yang bisa Anda gunakan untuk mencegah burnout di tempat kerja, ini beberapa di antaranya:

Fokus pada hal menyenangkan di pekerjaan Anda

Saat Anda melamar pekerjaan yang Anda kerjakan sekarang, pasti ada suatu bagian dari pekerjaan tersebut yang Anda minati. Penting bagi Anda untuk fokus pada kegiatan yang Anda sukai tersebut. Misalnya, Anda bekerja sebagai seorang desainer karena suka mendesain, atau melamar menjadi penulis karena suka menulis. Luangkan waktu untuk mengerjakan bagian yang Anda sukai supaya pekerjaan Anda terasa lebih bermakna.

Pikirkan juga hal-hal seperti, “Apakah pekerjaan saya telah mengubah hidup orang banyak?”, atau “Manfaat apa yang sudah Anda berikan pada masyarakat?” Mengingat kembali konteks pekerjaan akan membuat Anda merasa telah melakukan hal yang bermakna, bukan sekadar rutinitas.

Saat mulai kehilangan konsentrasi, segera tinggalkan meja kerja Anda

Saat burnout, pada umumnya Anda akan tergoda melakukan hal-hal tidak produktif seperti menonton video di YouTube, atau menghabiskan waktu scroll timeline Instagram dan Twitter. Beberapa orang menganggapnya wajar sebagai cara untuk penyegaran pikiran sejenak.

Lebih baik hindari perilaku seperti ini. Jika sudah mulai hilang fokus, langsung saja tinggalkan meja kerja Anda, dan lakukan hal lain untuk mendapatkan suasana baru. Mungkin Anda bisa mencari makan di luar atau berjalan-jalan.

Bila tempat kerja Anda menawarkan jam kerja yang fleksibel, itu lebih baik lagi. Coba kerjakan pekerjaan Anda di kafe atau co-working space. Manfaatkan fleksibilitas tersebut untuk mencari suasana baru.

Biasakan tim Anda untuk datang dan pulang tepat waktu

Membiasakan datang dan pulang tepat waktu akan sangat membantu Anda mengalami burnout. Jangan lupa, sebagai atasan Anda juga bertanggung jawab pada burnout yang dialami anggota tim Anda.

Beberapa atasan memilih meninggalkan kantor setelah bawahannya pulang karena rasa tanggung jawabnya. Namun, kebiasaan semacam ini juga bisa berdampak buruk. Bawahan Anda mungkin juga akan merasa sungkan pulang lebih dulu dari Anda. Jika tidak perlu lembur, tak perlu lembur. Untuk mempercepat mencapai target, lembur mungkin sebuah solusi, tapi itu bukan prestasi.

Bangun budaya datang dan pulang tepat waktu, ini bisa menjaga tim Anda dari burnout.

Gunakan aplikasi yang dapat memonitor masalah kedatangan, jam pulang, hingga lembur dengan mudah dan cepat. AbsenKu Profesional bisa menjadi solusi tepat.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi absensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Beri penghargaan bagi diri Anda sendiri

Ada banyak cara untuk menghadiahi diri sendiri atas pencapaian yang berhasil Anda raih di tempat kerja. Tidak harus mahal, sekadar membeli es krim di jalan pulang sudah bisa membuat suasana hatimu lebih baik.

Sesekali Anda juga bisa mampir sejenak untuk menonton konser atau menonton film. Sesuatu yang Anda nanti-nantikan sepulang kerja bisa menjadi motivasi untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

Rehat sejenak dan renungkan apa saja yang telah Anda capai selama ini.

Burnout biasanya terjadi setelah Anda mendorong kemampuan sampai batas maksimal setiap hari, selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun.

Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan semua yang telah Anda kerjakan sebelumnya. Ingat-ingat kembali prestasi apa saja yang sudah Anda raih. Buat catatan tentang proyek-proyek yang pernah Anda tangani, dan bagaimana hasilnya.

Di samping itu, mengingat-ingat kembali pencapaian selama ini dapat membuat suasana lebih positif dan menumbuhkan kembali motivasi Anda.

***.

Bagaimanapun juga, jalan terbaik untuk “menyembuhkan” burnout adalah cuti untuk liburan panjang, tapi hal tersebut tidak selalu bisa kita lakukan.

Yang bisa kita lakukan adalah menata diri agar pikiran kita tidak berisi pekerjaan terus-menerus. Lakukan hal-hal sederhana sebagai bahan hiburan, dan jangan lupa mengapresiasi diri sendiri. Niscaya hari-harimu akan lebih berwarna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *