Memberdayakan Karyawan, Bukan Memanfaatkan

memberdayakan karyawan

Memberdayakan karyawan sebetulnya aktivitas yang sangat menguntungkan para manajer dan pimpinan perusahaan. Sebagian besar dari mereka pun memahami itu. Sayangnya, tak banyak yang cukup sabar untuk melakukannya, hingga akhirnya, baik disadari atau tidak, lebih memilih untuk memanfaatkan para karyawannya.

Apa beda memberdayakan dan memanfaatkan karyawan?

Tujuannya sama, menjadikan perusahaan lebih maju dan berkembang. Namun, dalam prosesnya ada perbedaan besar.

Dalam aktivitas memberdayakan karyawan, Anda sebagai pimpinan memberikan tanggung jawab, akuntabilitas, kemampuan, dan otonomi pada karyawan, demi mengembangkan keandalan karyawan dan lingkungan kerja-tim. Dengan kata lain, ada proses di situ.

Sementara itu, jika Anda hanya melihat bagaimana hasil kerja karyawan, tanpa melihat prosesnya (bahkan mungkin tidak peduli cara apa yang karyawan Anda lakukan untuk mencapainya), Anda hanya memanfaatkan karyawan.

Tanpa memberdayakan karyawan, perusahaan Anda mungkin akan tetap baik-baik saja, dalam jangka waktu 5-10 tahun. Namun, jika Anda ingin membangun perusahaan yang bertahan lama hingga puluhan tahun dan berdampak luas pada masyarakat, Anda sebaiknya harus serius memikirkan bagaimana cara memberdayakan karyawan di perusahaan Anda.

Sepakati aturan main bersama dan disiplinlah pada aturan itu

Jika ingin memberdayakan karyawan, maka Anda harus mulai dari diri sendiri. Jika mereka menganggap Anda tidak layak dijadikan sebagai panutan, maka akan sulit bagi mereka untuk merasa diberdayakan Anda.

Jadilah konsisten, apa yang Anda lakukan harus sama dengan apa yang Anda ucapkan. Maka Anda akan disegani.

Selain itu, dengarkan baik-baik saat sedang berdiskusi dengan karyawan Anda terkait pekerjaan. Jangan pernah mendengarkan untuk membalas, tapi dengarkan untuk memahami.

Langkah berikutnya, perlu ada ‘aturan main’ yang jelas antara Anda dengan karyawan. Anda boleh saja ingin menjadi pemimpin yang disukai karyawan karena tidak terlalu ketat dan sering memberi kebebasan, asal semuanya jelas di awal.

Misal tentang jam masuk dan pulang kantor. Jika memang Anda dan tim sudah bersepakat bahwa jam masuk kantor adalah pukul 08.00, datanglah sebelum pukul 08.00.

Tunjukkan bahwa aturan main itu dibuat untuk ditaati.

Jika Anda sudah membuat aturan jam masuk kantor, tapi Anda sendiri sering melanggarnya, karyawan tidak akan menghargai aturan itu. Mereka akan merasa sedang dimanfaatkan oleh Anda.

Jika Anda disiplin menaati aturan main itu, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah memastikan semua elemen dalam perusahaan termonitor berdasar data yang valid.

Lupakan pengarsipan administrasi kehadiran secara konvensional, sekarang adalah era digital. Manfaatkan software terbaik untuk melakukan ini. AbsenKu Profesional mampu menjadi solusi terbaik dalam masalah tersebut.

AbsenKu Profesional merupakan aplikasi presensi berbasis cloud yang memungkinkan setiap anggota tim melakukan absensi secara digital. Tak terbatas tempat dan alat, aplikasi AbsenKu Profesional dapat digunakan di manapun (di tempat yang diperbolehkan perusahaan) dan juga tanpa alat scanner tambahan, cukup dengan smartphone saja, semua anggota tim bisa melakukan absensi.

Tak hanya itu saja, aplikasi AbsenKu Profesional juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola data cuti dan jam lembur karyawan. Sehingga seluruh data absensi, cuti maupun lembur karyawan akan terkumpul secara jelas dan akurat.

Karyawan bisa memantau performa mereka sendiri, mulai dari kedisiplinan masuk kerja, kapan mereka ambil cuti dan berapa lama waktu mereka untuk lembur. HRD akan lebih mudah mengontrol absensi karyawan, meng-acc pengajuan cuti, mendata lembur karyawan tanpa harus repot dan banyak lagi.

Pimpinan pun dapat menggunakan AbsenKu Profesional untuk mengecek seluruh data karyawan. Sehingga dari data tersebut dia berhak menentukan, manakah karyawan yang berhak mendapat apresiasi dan mana yang berhak mendapat teguran secara adil.

Pimpinan bahkan bisa memantau seluruh data performa kinerja karyawan secara real time di manapun dia berada tanpa terpaku pada alat yang rumit. Cukup dengan satu genggaman saja lewat AbsenKu Profesional, kerja pimpinan akan jadi lebih praktis dan efisien.

Lupakan mengkritik, fokuslah memuji

Meskipun kritik yang tepat bisa sangat berguna, Anda harus berfokus pada semua hal baik yang dilakukan karyawan dibandingkan banyak rewel seperti anak kecil.

Anda hanya perlu memuji dan memberi tahu bahwa mereka telah bekerja dengan baik. Lakukan ini sesering mungkin. Kebijakan ini akan membangun lingkungan kerja yang lebih positif.

Cari tahu hal apa yang benar-benar berhasil memotivasi karyawan

Jika Anda benar-benar ingin memberdayakan karyawan, maka Anda harus mengetahui apa yang membuat mereka bekerja. Cari tahu apa keunggulan dan kelemahan anggota tim Anda. Saat rapat, fokuslah hanya pada keahlian, tidak perlu membahas kelemahan mereka.

  • Contohnya, jika salah satu karyawan menyukai kerja dengan orang lain, pastikan dia mendapatkan banyak kesempatan dalam kerja tim.
  • Jika salah satu karyawan mempunyai kemampuan analisa yang baik, mintalah dia untuk membantu Anda menganalisa laporan perusahaan yang terbaru. Optimalkan setiap kekuatan karyawan.

Selain itu, Anda  harus membuat mereka merasa apa yang dilakukannya terhadap perusahaan benar-benar berpengaruh dan berhasil. Anda bisa melakukannya melalui statistik, grafik, data, atau pesan dan kesan. Anda harus berusaha supaya mereka melihat gambaran yang lebih besar dan merasa benar-benar berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan.

Biasakan berkomunikasi dengan karyawan agar mereka mengetahui perkembangan terbaru perusahaan. Jika Anda merekrut lebih banyak karyawan, memulai cabang baru perusahaan, bekerja pada proyek baru, atau membuat perubahan yang besar, beri tahulah karyawan sebanyak mungkin mengenai apa yang sedang terjadi.

Jika Anda terus membuat karyawan sebagai yang terakhir mendengar kabar mengenai perusahaan, dalam diri mereka akan muncul pikiran bahwa mereka mungkin bukan elemen penting di dalam perusahaan.

Pastikan setiap karyawan merasa kerja keras mereka berdampak pada sukses tidaknya misi perusahaan tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *