Ingin Menjadi Seorang Manager? Pahami Hal Ini Lebih Dulu

ingin menjadi manajer?

Jika Anda berencana membangun karir sebagai seorang manajer, atau Anda memang sedang dipersiapkan menjadi manajer oleh perusahaan, Anda perlu mempertimbangkan berbagai hal. Meski jabatan “bos” memungkinkan Anda untuk mendapatkan berbagai manfaat menarik, peranan tersebut juga akan memaksa Anda untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, tanggung jawab, serta berbagai pengambilan keputusan.

Berikut hal yang perlu Anda pahami jika ingin menjalankan peran menjadi seorang manajer.

Bagaimana Anda memandang pelaksanaan sebuah rapat?

Dengan adanya rapat, kita bisa melakukan koordinasi internal, ataupun divisi lain untuk penyelesaian tugas. Namun, seringkali, terlalu banyak rapat justru akan mengganggu pekerjaan sehari-hari karena mengambil waktu kerja yang berharga.

Menjadi seorang manajer, berarti Anda harus siap untuk menghadapi lebih banyak rapat. Apabila Anda mampu untuk mengatur jadwal kerja yang penuh dengan pekerjaan dan rapat, Anda memiliki satu kelebihan yang cocok dengan peran seorang manajer.

Bagaimana Anda berkomunikasi dengan anggota tim Anda?

Salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh seorang manajer adalah kemampuannya untuk dapat memberikan saran kepada anggota timnya. Dan tidak hanya basa-basi seperti, “Terima kasih ya atas kontribusinya dalam proyek kemarin…” Seorang manajer harus mampu untuk memberikan sebuah saran yang bersifat konstruktif, yang benar-benar membantu karyawan untuk meningkatkan kualitas diri mereka. Hal ini juga nantinya akan berdampak kepada cara pandang mereka terhadap Anda. Siapa pun nantinya karyawan yang akan berada di bawah Anda, nantinya mereka akan mencari Anda untuk mendapatkan panduan serta saran demi perkembangan kemampuan mereka.

Anda juga perlu menyampaikan informasi dari jajaran direksi dengan cepat dan tepat pada anggota tim Anda. Jangan terkungkung dengan gaya konvensional di mana harus ada email-email resmi atau bahkan surat versi cetak. Di era digital, kita mestinya tak perlu direpotkan dengan urusan semacam itu. Manfaatkan fitur berita dan pengumuman di Absenku. Informasi berupa perkembangan terkini perusahaan, hingga info seperti pengumuman hari libur bisa disebar secara masif dan cepat. Tak perlu buang kertas untuk mencetak selebaran bagi bawahan, semua bisa Anda lakukan melalui smartphone.

Apakah Anda suka berbagi ilmu?

Bagi seorang manajer yang tulus, tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding dengan melihat tim yang berkembang pesat, apalagi jika Anda mengambil peranan dalam kesuksesan tersebut. Ketika Anda berhasil melatih seseorang yang awalnya malu-malu ketika bertemu klien hingga mereka akhirnya sukses mendapatkan proyek bernilai miliaran, hal ini adalah sebuah pencapaian tersendiri, baik untuk Anda maupun untuk karyawan yang telah bekerja sama dengan Anda. Sombongkanlah keberhasilan mereka terlebih dulu pada orang lain, alih-alih membanggakan peran Anda.

Sebagai seorang mentor, pencapaian inilah yang membuat seorang manajer senang untuk melakukan pekerjaan mereka dalam memaksimalkan potensi anggota tim. Namun, sayangnya, apabila Anda adalah tipe orang yang lebih peduli terhadap hasil pekerjaan yang Anda lakukan ketimbang membagikan ilmu yang Anda punya pada tim sepanjang hari, mungkin Anda memang tidak cocok menjadi pemimpin.

Siapkah Anda menjadi tameng saat terjadi masalah dalam tim?

Panggilan ‘bos’ tak sekadar sebuah penghargaan, tapi juga tanggung jawab besar. Anda harus menjadi garda terdepan saat ada anggota tim mengalami masalah, baik dengan pihak lain dalam perusahaan maupun pihak eksternal seperti klien.

Misal suatu ketika bawahan Anda melakukan suatu kesalahan dalam pekerjaan  yang berdampak pada perusahaan hingga harus berhadapan dengan jajaran direksi. Sebagai manajer, Anda harus menjadi tameng bawahan Anda, bukan justru ikut menyalahkan mereka.

Akan lebih baik jika Anda bisa langsung memberi solusi nyata terkait masalah tersebut. Anda akan dipuji atasan, dan disenangi bawahan.

Tidak ada prajurit yang gagal, yang ada hanyalah jenderal yang bodoh.

Apakah Anda mampu mengambil keputusan dengan tenang meski sedang dalam tekanan?

Seorang manajer wajib melaporkan aktivitas yang terjadi di dalam tim kepada atasannya serta mematuhi instruksi berikutnya. Ini berarti keputusan yang terjadi terkadang, atau bahkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang direncanakan atau diinginkan manajer.

Semisal tim Anda berhasil jauh melampaui target bulanan dan Anda merencanakan makan malam bersama untuk merayakannya. Namun, beberapa jam sebelum acara Anda mendapat kabar terjadi PHK besar-besaran di divisi lain terkait kebijakan finansial direksi dan pemegang saham. Jika tetap lanjut, Anda mungkin akan dipandang negatif oleh divisi lain dalam perusahaan. Namun,  jika membatalkannya, tim Anda yang tidak tahu menahu masalah PHK tentu akan kecewa berat. Bagaimana Anda memutuskan dan mengkomunikasikannya menentukan pantas tidaknya Anda menjadi seorang manajer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *